Sabtu, 17 Februari 2018

Kemelekatan kepada Buddha Amitabha dan Alam Sukhavati


Dikutip dari grup FB "Recite Amituofo"
Status pada: 27 Oktober 2017

Orang awam melatih diri, tidak ada yang tidak melekat pada rupa, kesalahannya terletak di sini, mengapa keterampilan melatih diri tidak efektif? [Sebabnya adalah karena] melekat pada rupa. [Bagaimana agar] tidak melekat pada rupa?. Sulit!
Di dalam Aliran Sukhavati ada sebuah cara untuk menghadapinya.
Aliran Tanah Suci justru [dengan] melekat pada rupa, yakni melekat pada Buddha Amitabha, melekat pada  [kerinduan atau keinginan yang kuat untuk terlahir di] Alam Sukhavati.

Kewibawaan lingkungan Alam Sukhavati seperti yang disebutkan di dalam sutra, kita mesti senantiasa merindukannya, ini adalah melekat pada rupa, mengingatNya, ini sudah melekat pada rupa, melafal-Nya, ini juga sudah melekat pada rupa, jadi Aliran Sukhavati tidak sama dengan pintu Dharma lainnya. Selain Aliran Sukhavati, 84 ribu pintu Dharma lainnya, [dimana] setiap metode tersebut tidak boleh melekat pada rupa.
Bagi Aliran Sukhavati yang penting adalah anda benar-benar yakin pada Alam Sukhavati, tiada keraguan sama sekali, bila anda bertanya padaku, apakah benar Alam Sukhavati itu nyata adanya? Saya beritahu padamu, Alam Sukhavati itu benar-benar nyata adanya, Buddha Sakyamuni takkan mengelabui kita.

Lantas kenapa sudah melekat pada rupa, kita masih dapat terlahir ke Alam Sukhavati?
Justru hanya dengan melekat pada Tanah Suci Sukhavati barulah dapat terlahir di sana, sesampainya di Alam Sukhavati belajar pada Buddha Amitabha, menerima pemberkatan dari kekuatan kewibawaan Buddha Amitabha, membantumu meninggalkan segala kemelekatan rupa, sehingga memperoleh keseluruhan Dharma.
Kemudahan metode Tanah Suci ada di sini, demikian pula keunggulan metode Tanah Suci juga ada di sini. Selain Pintu Dharma ini, tiada lagi pintu Dharma kedua, yang melekat pada rupa tapi bisa mencapai keberhasilan, takkan ada lagi yang kedua.

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 13 Oktober 2017
https://tujuhmustika.blogspot.co.id/2017/10/kutipan-ceramah-master-chin-kung-13.html

凡夫修行,沒有不著相的,錯就錯在這裡,功夫為什麼不得力?著相。不著相,難!在淨宗有一個方法,對治這個辦法,用什麼?淨土宗是住相。住什麼相?住阿彌陀佛的相,住極樂世界的相,經上所講極樂世界依正莊嚴,要我們常常想念,這就著相,想,著相了,念,著相了,不同於其他大乘法門。其他的,除淨宗之外,八萬四千法門,門門都不能著相。難易從這裡明顯的顯示出來了。
淨宗只要你對極樂世界真正相信,絕不懷疑,你要問我有沒有極樂世界?我告訴你,真有,確實有極樂世界,佛不妄語。那我們到極樂世界去,著了相為什麼還能去?著相只能去淨土,去淨土之後,跟阿彌陀佛學習,阿彌陀佛威神加持,幫助你離一切相,即一切法。淨土的方便在此地,淨土的殊勝也在此地。除這個法門之外,沒有第二個法門,說是住相能成就的,沒有。
文摘恭錄 — 淨土大經科註(第四回)  (第四九O集)  2017/10/13

Pahala Melafal Namo Amituofo (Nianfo)



Dari Grup FB "Recite Amituofo"
Status: 11 Oktober 2017
Master Fa Zhao yang hidup pada masa Dinasti Tang ketika berziarah ke Gunung Wutai, [disana beliau] bersua dengan Bodhisattva Manjusri dan Bodhisattva Samantabhadra, lalu  [beliau] bertanya pada kedua Maha Bodhisattva, apa metode melatih diri yang terunggul.
Bodhisattva Manjusri menjawab : “Diantara seluruh pintu Dharma, tidak ada yang sebanding dengan Pintu Dharma Pelafalan Amituofo”. Bodhisattva Manjusri juga berkata, “Saya sendiri pada kalpa lampau, oleh karena melatih metode pelafalan Amituofo, sehingga memperoleh segala benih kebijaksanaan”. Bodhisattva Manjusri mewakili kebijaksanaan.
Dalam Tradisi Mahayana terdapat empat Maha Bodhisattva, yakni ; -- Bodhisattva Ksitigarbha  (Ti Chang Wang Pusa), -- Bodhisattva Avalokitesvara  (Guan Shi Yin Pusa),
-- Bodhisattva Manjusri   (Wen Shu Shi Li Pusa), dan -- Bodhisattva Samantabhadra  (Pu Xian Pusa)
Bodhisattva Ksitigarbha mewakili landasan dari pelatihan diri, yakni berbakti pada ayahbunda.
Dengan perkataan lain, kalau tidak berbakti pada ayahbunda, juga tidak tahu menghormati guru, maka dia tidak bisa melatih Pintu Dharma ini, hal ini mesti diketahui. Mengapa demikian? Berbakti merupakan akar dari segala Dharma di dunia ini, baik Dharma duniawi maupun Dharma non duniawi, tanpa akar ini, bagaimana anda dapat melatih diri?
Maka itu di dalam “Tiga Berkah Karma Suci”, kalimat pertama bunyinya adalah “Berbakti pada ayahbunda, menghormati guru dan senior, berwelas asih tidak membunuh, melatih Sepuluh Kebajikan”. Berbakti berada di urutan pertama.
Kutipan Ceramah Master Chin Kung 14 September 2017
唐朝法照法師上五台山,見到大聖竹林寺,「見文殊、普賢二大菩薩,問修行之要」。文殊菩薩說:「諸修行門無如念佛。」諸,是指八萬四千法門,無量法門,這麼多的法門,修行的法門,沒有一樣能跟念佛相比,都不如念佛。菩薩說,文殊菩薩,「我於過去劫中,因念佛故,得一切種智」。文殊菩薩表智慧。
大乘有四大菩薩,地藏、觀音、文殊、普賢,這四大菩薩。地藏代表修行的根本,是什麼?孝養父母。換句話說,不能夠孝養父母、不能夠尊敬老師,他修這個法門也不行,這個一定要知道。為什麼?孝親尊師是善根,世間一切法的根,出世間也是一切法的根,你沒有這個根,你怎麼修?所以淨業三福第一條就是「孝養父母,奉事師長,慈心不殺,修十善業」,頭一條,四句話。
文摘恭錄 — 淨土大經科註(第四回)  (第四七七集)  2017/9/14